Mulai tanggal 27 September 2021, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk resmi mengubah nama menjadi Bank Raya. Hal ini, menurut Direktur Utama BRI Agro Kaspar Situmorang, selaras dengan rencana perubahan model bisnis perusahaan menjadi bank digital.
"Ini seiring dengan komitmen kami untuk mengubah image BRI Agro, yang sebelumnya lengkap dengan agrikultur atau bank sawit, hingga sepenuhnya berorientasi menjadi bank digital," ujarnya.
Menurut Kaspar, pandemi Covid-19 menjadi sebuah katalis bagi industri perbankan untuk melakukan transformasi digital.
Jika dilihat lebih dalam lagi, apa sebenarnya perbedaan bank digital dengan bank konvensional? Bank digital menawarkan layanan perbankan selayaknya bank konvensional, tetapi memberikan pelayanan secara online penuh, tanpa harus nasabah ke kantor cabang seperti bank konvensional.
Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan KG Media terhadap para pembacanya, masyarakat masih bingung membedakan e-wallet, internet/mobile banking, dan “bank digital”.
Dari 613 responden yang berusia minimal 17 tahun, 71 persen di antaranya tidak memahami definisi bank digital dan hanya 29 persen yang sudah memahami.
Menariknya, sebagian besar responden yang sudah paham tersebut mengasosiasikan bank digital dengan “kemudahan transaksi”. Hal ini berbeda dengan bank konvensional yang lebih dekat dengan kata “menabung”.
Temuan sementara tersebut menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap bank digital. Persepsi ini berbeda dengan bank konvensional yang cenderung netral. Menariknya lagi, responden yang belum pernah menggunakan bank digital pun mempunyai persepsi sama. Hal ini menunjukkan awaraness seputar bank digital sudah berjalan cukup baik.
Riset tersebut juga mengungkapkan bahwa image yang muncul ketika seseorang menggunakan bank digital adalah praktis (41%), keren (12%), canggih (10%), dan modern (9,6%). Tak heran jika mayoritas pengguna adalah Gen Y (millennial) dan Gen Z (zoomers). Secara umum, kedua generasi ini punya alasan sama ketika memutuskan memakai bank digital, yaitu fasilitas yang ditawarkan lebih menguntungkan.
Hasil riset ini menunjukkan bahwa rebranding BRI Agro menjadi Bank Raya sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan nama baru, bank yang nama lamanya dekat dengan citra pertanian itu kini membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan berbasis teknologi dan terbuka bagi investor yang mau masuk.